Berapa Harga Waktumu? - Bagian 1


foto via hdwallsource.com
Genderang perang telah lama terdengar. Api permusuhan kian berkobar. Perang tanpa batas waktu dan tempat. Perang antara Iblis dan manusia yang akan terus berlanjut hingga Hari Kiamat kelak. 


Iblis mengingatkan bala tentaranya. "Wahai para prajuritku, ada dua cara ampuh untuk memenangkan perang ini. Cara yang pertama adalah buatlah mereka (manusia)  lalai untuk mengingat Allah dengan segala cara yang kalian miliki. Apabila mereka sudah lupa dengan Allah maka kalian dapat dengan mudah menaklukkan mereka. Cara yang kedua adalah dengan membujuk mereka untuk menuruti hawa nafsu agar mereka  menghabiskan waktu mereka untuk menurutinya", tuturnya. [Lihat: Adda wad Dawa karya  Ibnu al-Qayyim  (hal.237-239)]


Strategi ini terbukti berhasil. Banyak manusia diperdaya dengan tipu daya ini. Banyak yang terlena dengan gemerlap dunia. Mereka habiskan waktu mereka hanya untuk menuruti hawa nafsu. Ya! Iblis sukses memperdaya mereka hingga lalai untuk menjalankan tugas utama mereka di muka bumi ini, yaitu menyembah Allah Azza wa Jalla. [Sebagaimana firman Allah didalam surat Albaqarah: 36]


Kita semua pasti terlibat dalam permusuhan ini, mau tidak mau, suka tidak suka karenaitu sudah menjadi ketetapan Allah, simaklah firman-Nya berikut ini:


وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ. 


"Kami perintahkan: "Turunlah kalian semua (ke bumi)! Sebagian kalian akan menjadi musuh bagi yang lain. Tinggal dan  nikmatilah kehidupan  dimuka  bumi  sampai batas waktu kami tentukan". [QS. Albaqarah: 36]


Hal senada juga tercantum dalam surat Ala'raf: 24 dan surat Taha': 123. 


Sia-sia. Itulah ucapan yang pas untuk orang yang diperdaya oleh Iblis. Ada yang larut dalam lantunan musik sepanjang hari, ada yang menghabiskan waktu berghibah ria (menggunjing kejelekan orang lain), dan ada pula yang menguras waktunya dalam kubangan lumpur maksiat lainnya.


Dengan kata lain, kita masih bermurah hati untuk mengisi waktu dengan hal yang tidak berguna. Tidakkah kita sadar bahwa waktu adalah permata paling berharga yang kita tidak akan peroleh untuk kedua kalinya.         


Ingatlah Bahwa Allah Bersama Kita!

Allah Azza wa Jalla tidak membiarkan begitu saja Iblis memperdayai umat manusia. Banyak sekali ayat di Alquran yang berisi peringatan agar kita berhati-hati dengan tipu daya Iblis, diantaranya firman Allah yang berbunyi


يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ. 


"Hai anak Adam, jangan biarkan syaitan memperdayaimu sebagaimana ia dulu memperdayai  ibu bapakmu sehingga mereka dikeluarkan dari surga. Dia juga berhasil melucuti pakaian yang dikenakan ibu bapakmu sehingga aurat mereka tersingkap. Sungguh dia dan para pengikutnya mampu melihatmu dari tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka dan Kami menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin  bagi orang-orang yang tidak beriman". [QS. Ala'raf: 27]


Syaikh Assa'dy rahimahullah mengomentari ayat diatas, beliau berucap: "Oleh karena itu, hendaklah kita siap siaga dan memakai tameng ketika berhadapan dengan Iblis dan bala tentaranya. Kita tidak boleh lengah terhadap setiap celah yang ada dalam barisan kita yang mana hal itu dapat memungkinkan mereka untuk menyusup". [Taisiril Karimir Rahman karya Assa'dy (hal.309)]


Allah menyingkap titik lemah Iblis kepada kita dengan fimannya:


الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا.  


"Orang-orang beriman, mereka berperang dijalan Allah sedangkan orang-orang kafir, mereka berperang dijalan thaghut, sebab itu perangilah para pengikut syaitan karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu sangat lemah". [QS. Annisa': 76]



Berarti hanya orang yang lemah keyakinannya kepada Allah, Rabb yang Maha Kuat dan Perkasa saja yang terperdaya dengan tipu daya Iblis karena Allah menegaskan bahwa tipu daya Iblis itu lemah.


Disamping itu, Allah juga mengingatkan kita perihal sumpah Iblis ketika dikeluarkan dari surga. Itu semua bertujuan agar kita mawas diri dan sadar bahwa Iblis sangat membenci umat manusia dan ia akan berusaha sekuat tenaga demi mewujudkan sumpahnya itu, yaitu menyesatkan kita dari jalan Allah Ta'ala. Oleh sebab itu, kita harus terus waspada dan membentengi diri dengan menutup setiap pintu masuk Iblis didiri kita. [Lihat: Taisiril Karimir Rahman karya Assa'dy (hal.309)]


قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ. قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ. قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ. ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ.

"Iblis meminta: "Berikan saya tambahan waktu (janganlah saya dan anak cucu saya dimatikan sehingga saya berkesempatan menggoda Adam dan anak cucunya) sampai hari mereka dibangkitkan". Allah berfirman: "kamu akan mendapat tambahan waktu".


Iblis kembali berkata: "Karena Engkau telah memvonis saya sebagai orang sesat, maka saya akan menghalangi mereka (keturunan adam) dari jalan yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari arah depan, belakang, dari arah kanan dan kiri mereka sehingga Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)". [QS. Ala'raf: 14-17] 


Itulah prediksi Iblis, banyak keturunan Adam yang mudah diperdaya. Oleh karena itu, iapun bertekad untuk menyesatkan umat manusia dari jalur ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla dan bernasib sama yaitu sama-sama dicampakkan kedalam neraka. [Lihat: Taisiril Karimir Rahman karya Assa'dy (hal. 309)]


Allah Ta'ala berfirman :

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ.


"Sungguh syaitan itu adalah musuh kalian maka anggaplah ia musuh karena sesungguhnya mereka hanya mengajak para pengikutnya untuk menjadi penghuni neraka". [QS. Fathir: 6]


Permata Paling Berharga

Waktu adalah permata paling berharga. Banyak orang lupa akan hal ini bahkan tidak tahu betapa berharganya.


Yahya bin Hubairah rahimahullah pernah berkata : "Waktu adalah hal paling berharga yang  mesti kau jaga, namun aku melihatnya mudah sekali lenyap darimu". [Ma’alim fi Thariqi Thalabil ‘Ilm karya Abdul Aziz Assadhan (hal.34)]


Ada lima alasan mengapa kita harus mempergunakan waktu sebaik-baiknya, mumpung malaikat maut belum menjemput kita, diantaranya sebagai berikut:



1. Waktu adalah Modal Utama Perniagaan Akhirat 

Usia kita di bumi sangat terbatas. Jika kita tidak pandai memanfaatkannya niscaya kita merugi diakhirat kelak. Dan tentunya, hanya kata menyesallah yang keluar dari bibir kita nanti -wal ‘iyadzu billah-. 


Allah Ta'ala bercerita  tentang keadaan orang yang tidak memanfaatkan waktunya selama didunia untuk keta’atan yang mana dia sangat menyesal atas kelalaian tersebut diakhirat, sebagaimana firman-Nya:


أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَا عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ. أَوْ تَقُولَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِينَ.


"Jangan sampai nanti ada yang bergumam: "Duhai…aku sangat menyesal atas kelalaianku dalam beribadah kepada Allah sehingga aku termasuk orang meremehkan (agama Allah). Atau jangan pula ada yang berucap: ''Kalaulah dulu Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku akan menjadi orang yang bertakwa". [QS. Azzumar: 56-57]



Atthiby rahimahullah berkata: "Seorang pedagang yang ingin balik modal dan ingin meraup untung besar maka hendaklah dia selektif dalam memilih patner dagang dan menjunjung tinggi nilai kejujuran selama proses jualbeli. Begitulah kiranya permisalan orang yang ingin meraih untung didunia dan akhirat, modal utamanya adalah waktu dan kesehatan". [Lihat: Fathul Bari karya Ibnu Rajab (11/277)]


2.Menjaga Waktu Sama Dengan Untung 

Allah Azza wa Jalla memvonis setiap orang akan merugi kecuali orang-orang yang bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk ibadah. Diantara bentuk ibadah kepada Allah ialah beriman kepada-Nya, mengerjakan amal shalih, saling menasehati dan saling mengingatkan agar senantiasa bersabar dalam meniti kebenaran dan beribadah.


Allah berfirman:

وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.


"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, dan orang-orang yang saling mengingatkan untuk mengikuti kebenaran dan bersabar". [QS. Al'ashr: 1-3]


Jadi, jika kita tidak mau rugi maka waktu yang tersisa dari umur kita harus kita garap dengan baik. Jangan sampai kita terbuai dengan indahnya kemaksiatan yang dikemas dengan kenikmatan sesaat namun berhujung pada penderitaan seabad.


3.Anugerah Allah Yang Wajib Disyukuri 

Diantara kewajiban kita terhadap setiap nikmat Allah adalah bersyukur kepada Rabb Sang Pemberi nikmat tersebut. Dan diantara bentuk syukur kepada Allah adalah dengan menggunakan nikmat-nikmat tersebut dalam rangka ketaatan kepada-Nya, bukan malah sebaliknya.


Allah Ta'ala  berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ.


"Ingatlah tatkala Rabbmu berkata: "Sungguh jika kamu bersyukur niscaya Aku pasti akan menambah (nikmat) kepadamu, akan tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". [QS. Ibrahim: 7]


Waktu adalah satu dari sekian banyak anugerah Allah pada kita maka sudah seyogyanya agar kita mensyukurinya dengan menggunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah di sisi Allah Azza wa Jalla.


Allah berfirman :

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا. 


"Dialah Dzat yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau ingin bersyukur". [QS. Alfurqan: 62]


4.Kesempatan Itu Tidak Datang Dua Kali 

Pena sejarah mencatat bahwa tidak ada orang yang telah dijemput maut dan  memasuki alam barzah, ia mendapat kesempatan kedua untuk mencicipi kehidupan dunia lagi.


Hendaklah kita betul-betul memanfaatkan kesempatan ini karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Manfaatkanlah lima perkara sebelum tiba lima perkara; masa beliamu sebelum tua, waktu sehatmu sebelum sakit, masa kayamu sebelum miskin, waktu luangmu sebelum sibuk, serta hidupmu sebelum ajal menjemputmu". [HR. Baihaqi dalam Syu’ab (no.10248). Lihat juga: Jami'ul Ulum wal Hikam karya Ibnu Rajab (hal.717-718)]


Masa muda adalah masa produktif. Ketika masih muda, kita mampu melakukan hal-hal yang belum tentu bisa dilakukan kalau sudah tua renta. Dan siapa saja yang menanam kebaikan atau kejelekan dimasa mudanya niscaya  dia akan memetik buahnya dihari tuanya kelak.


Namun apa jadinya kalau kita justru menghabiskan masa ini untuk hal yang sia-sia atau malah menjurus kearah dosa!?  Sungguh kita akan menyesal nanti, baik itu didunia atau di akhirat.



Banyak dari kita yang melalaikan kesempatan berharga dan fase emas dalam umur kita. Padahal Rasulullah shalawatullahi wa salamuhu 'alaih sudah mengingatkan kita semenjak ratusan abad silam, beliau bersabda:


نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس: الصحة والفراغ. 


"Ada dua nikmat yang sering dilupakan kebanyakan orang, yaitu kesehatan dan waktu  luang". [HR. Bukhari (no. 6049)]


5. Mana Laporan Pertanggungjawabanmu? 

Di Hari Perhitungan kelak, Allah Azza wa Jalla akan meminta pertanggungjawaban setiap insan atas nikmat waktu, sebagaimana sabda Rasullah shallallahu 'alaihi wa sallam:


لا تزول قدما ابن آدم يوم القيامة من عند ربه حتى يسأل عن خمس: عن عمره فيما أفنناه، وعن شبابه فيم أبلاه، وماله من أين اكتسبه وفيم أنفقه، وماذا عمل فيم علم. 


"Seorang hamba tidak dapat beranjak dari hadapan Rabbnya di Hari Kiamat kelak  hingga  dia ditanya tentang lima hal: tentang umurnya bagaimana ia menghabiskannya, masa mudanya  bagaimana ia menggunakannya, hartanya dari mana ia memperolehnya dan dalam rangka apa ia memakainya (dalam ketaatan ataukah kemaksiatan), serta apa yang sudah  ia amalkan dari ilmunya". [HR.Tirmidzi (no. 2415) dan Ibnu Majah (no. 4056). Lihat juga: Tuhfatul Ahwadzi karya Mubarakfuri (7/145)]


Perhatikanlah hadist ini, dua dari lima hal yang dimintai pertanggungjawaban adalah yang berkaitan dengan waktu (umur dan masa muda). Padahal masa muda merupakan bagian dari umur namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam  tetap menyebutkannya. Ini tidak lain mengindikasikan betapa penting dan berharganya waktu tersebut.


Seseorang mencapai puncak kekuatannya tatkata ia masih muda maka mari kita manfaatkan masa tersebut untuk beramal sebanyak dan sebaik mungkin sebelum hari tua datang.

bersambung…

My Instagram