Kisah Cinta Seorang Nabi Kepada Putri Khuwailid - Bag 1

Bismillah.

Segala puji tertuju kepada Rabb yang telah menjadikan manusia berpasang-pasangan. Shalawat dan salam semoga selalu terucap untuk Muhammad bin Abdillah, Nabi yang menjadi teladan umatnya dalam segala sisi kehidupan, termasuk dalam hal cinta dan kasih.

Di kesempatan kali ini, penulis ingin mengangkat tema seputar kisah cinta luar biasa indah yang pernah melintas di negeri tempat Ka'bah berada. Kisah jalinan kasih yang pernah ada pada ratusan tahun silam. Kisah cinta dua anak Adam yang dapat membuat pembacanya tersenyum dan membuat hati terharu biru.
foto via tren.co.id

Kita sebagai umat Nabi Muhammad pasti pernah mendengar nama Khadijah binti Khuwailid. Sepenggal nama yang sangat besar peranannya di kehidupan Rasul terakhir yang diutus. Nama yang selalu ada di benak ingatan beliau. Seorang wanita cantik lagi hebat yang menjadi isteri pertama dan cinta pertama sang Nabi yang mulia.

Sungguh sebuah nama yang tidak asing ditelinga. Pemiliknya menuai perhatian Sang Pencipta dan Pengatur Semesta sampai-sampai Jibril, Malaikat terhebat yang biasanya diperintah untuk menyampaikan wahyu kepada para Nabi pun pernah diutus olehNya guna sekedar menyampaikan titipan salamNya kepada pemilik nama tadi. Ya, dialah si putri Khuwailid, Khadijah.

Allah telah pilihkan wanita mulia ini sebagai pasangan hidup Rasulullah di awal-awal dakwah beliau. Wanita yang spesial dimana ia dikenal ditengah-tengah kaumnya, bangsa Quraisy, sebagai At-Thahirah (wanita suci yang menjaga kehormatan diri, Pen). Ia dikenal dengan sebutan begitu karena sikapnya yang sangat menjaga kesucian dirinya dari sikap dan perbuatan tercela di masa jahiliyah kala itu.

Tahukah Anda bahwa beliau mendapat tempat yang istimewa di hati Rasulullah? Kecintaan Rasul kepada isteri tercinta beliau ini begitu dalam. Pernahkah Anda bayangkan sedalam apa cinta beliau kepada wanita ini? Berikut ini beberapa bukti yang menunjukkan betapa dalam cinta beliau kepadanya:

Rasulullah selalu memuji Khadijah baik semasa hidup maupun sepeninggal wanita tersebut. Walau sudah lama meninggal, Rasulullah tidak pernah lupa dengannya bahkan beliau tetap memuliakan teman-teman Khadijah setelah sekian lama ditinggal wafat oleh Khadijah.

Sampai-sampai 'Aisyah bintu Abu Bakr, isteri tercinta beliau yang lain, begitu cemburu dengan Khadijah padahal Khadijah ini telah lama meninggal dan 'Aisyah tidak mendapatinya di Madinah. 'Aisyah saking cemburunya terhadap Khadijah yang sering dipuji oleh Rasulullah padahal sudah meninggal, beliau sampai bergumam di hadapan beliau: "Seakan-akan tidak ada satupun wanita di dunia ini selain Khadijah!?" [HR. Bukhari]

Aisyah juga pernah bercerita mengenai seorang wanita tua yang mendatangi Rasulullah. Beliau radhiyallahu anha bertutur:

Seorang wanita tua pernah datang kepada Nabi ketika beliau tengah bersamaku (di Madinah). Lantas Nabi pun bertanya kepada wanita tua tersebut: "Siapa Engkau?". Wanita tua tadi menjawab: "Saya Jutsamah Al-Muzaniyah".

Nabi menimpali: "Bukan, justru (namamu) adalah Hassanah Al-Muzaniyah. Bagaimana kabarmu? Bagaimana kondisimu? Apa saja kisahmu sepeninggal kami (sepeninggal Khadijah, Pent)? tanya Nabi kepada wanita tua tadi.

Si wanita tua pun menerangkan keadaannya, ia menjawab: "Sungguh, saya dalam kondisi baik-baik saja wahai Rasulullah".

Setelah wanita tua tadi beranjak pergi, Aku terheran-heran dan langsung bertanya: "Wahai Rasulullah, mengapa Engkau begitu antusias dalam menyambut wanita tua tadi?". Beliau pun menjawab: "Sesungguhnya dahulu dia itu sering mengunjungi kami semasa Khadijah (hidup). Waktu itu dia baru-baru masuk Islam". [HR. Hakim dan dinilai shahih oleh Syaikh Albani]

bersambung...

My Instagram