Tips Menghadapi Ujian Magister - Bag 3

Saya telah memberi tahu hampir semua teman yang ingin mendaftar ke jurusan ini, jurusan akidah. Baik itu teman se-angkatan saya yang mendaftar di tahun yang sama, adik kelas yang mendaftar dua tahun lalu, bahkan adik kelas yang mendaftar tahun kemaren. Dan sekarang, saya memberitahukan Anda tentang hal ini melalui tulisan ini.

Tentunya, membaca buku-buku ini bukanlah sebuah jaminan. Seperti pesan Syaikh tadi, membaca saja tidak cukup, harus paham betul dan menguasai setiap materi dari buku-buku ini.

Beliau tidak menjamin mahasiswa yang berhasil menguasai keenam buku yang beliau rekomendasikan untuk dipelajari tersebut, dia akan sukses menjawab soal-soal ujian masuk magister 100%.
foto via hdwallsource.com
Akan tetapi, beliau menyampaikan kepada saya bahwa yang mampu menguasai betul keenam buku ini maka setidaknya dia mampu menjawab 80% dari soal-soal ujian nanti. Cukup untuk lulus di ujian masuk nanti.

Oleh karena itu, saya akan menjabarkan satu persatu keenam buku ini sesuai dengan pengalaman saya selama  persiapan masuk ujian magister hingga diterima sekarang.

Untuk bahasan tauhid uluhiyah dan rububiyah, sumbernya adalah buku yang pertama, dan saya memilih Alqaulul Mufid Syarhu Kitabit Tauhid karya Syaikh 'Utsaimin. Disamping bahasanya yang mudah dipahami, buku ini juga memaparkan rincian-rincian bahasan dengan urut dan sistematis. Ditambah lagi, hampir setiap babnya menyebutkan syubhatdan jawabannya. Sehingga sangat memudahkan saya untuk menguasai materi seputar tauhid dari buku aslinya, Kitabut Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab.

Ada pula pilihan lain selain Alqaulul Mufid tadi, buku Taisirul 'Azizil Hamid karya Syaikh Sulaiman Alus Syaikh, buku Fathul Majid karya Syaikh Abdurrahman Alus Syaikh, buku Attamhid Syarhu Kitabit Tauhid karya Syaikh Shalih Alus Syaikh, itu semua bisa menjadi opsi lain, tergantung pilihan Anda. Masing-masing buku tadi menawarkan kelebihan dan kemudahan untuk memahami semua bahasan tauhid, terlebih tauhid uluhiyah.

Setelah menguasai Alqaulul Mufid, saya juga membaca syarh yang lain, yaitu Taisirul Azizil Hamid. Dengan menggabungkan dua syarh ini, saya berharap bisa menguasai materi tauhid dari Kitabut Tauhid.

Untuk bahasan tauhid asma' wa sifat, sumbernya adalah buku yang kedua, Alqowa'idul Mutsla, saya menambahkan pula kitab Taqribut Tadmuriyah karya Syaikh 'Utsaimin juga. Hal ini berguna untuk memahami lebih jelas dasar-dasar tauhid Asma' wa Sifatdan bantahan terhadap setiap syubhat seputar bahasan ini.

Namun, terkait bahasan satu ini, saya tidak mencukupkan diri hanya pada dua buku barusan, tetapi saya juga membaca Syarhul Aqidatil Wasitiyah karya Syaikh 'Utsaimin dan Almujalla Syarhul Qawa'idil Mutsla karya Kamila Alquwari. Kedua buku ini sebagai penopang Alqowa'idul Mutsla dan Taqribut Tadmuriyah. Karena bahasan seputar Asma' wa Sifat memang cukup rumit.

Untuk bahasan menyeluruh seperti ushulul iman yang enam maka buku yang ketiga, Syarhu 'Aqidatit Thahawiyah, dapat dijadikan rujukan.

Namun, saya melihat buku ini belum sistematis, dengan kata lain, pengarangnya, Ibnu Abil Izz memang belum sempat mengurutkan setiap bahasan di babnya tersendiri. Oleh karena itu, satu bahasan terkadang sebagiannya tersemat di bab pertama dan sebagian lain malah ada di bab terakhir.

Sebab itu, selepas membaca buku ini, saya kembali membaca ringkasan Syarhu 'Aqidatit Thahawiyahyang bahasannya sudah diurut berdasar babnya, yaitu kitab Alminhatul Ilahiyah fi Tahdzibi Syarhil Aqidatit Thahawiyah karya Syaikh Abdulakhir Alghunaimi. Buku ini sangat bermanfaat menurut saya.

Saya juga menambahkan beberapa kitab untuk menambah wawasan lebih luas dan lebih detail dari bahasan-bahasan yang ada di kitab Syarhu 'Aqidatit Thahawiyah (bersifat saran saja), diantaranya:

-   Ziyadatul Iman wa Nuqshanih karya Syaikh Abdurrazzak Albadr.
-    Wasatiyatu Ahlis Sunnah Bainal Firaq karya Syaikh Muhammad Bakarim.
-    Attakfir wa Dhawabituh karya Syaikh Ibrahim Arruhaili.
-   Mauqifu Ahlis Sunnah wal Jama'ah min Ahlil Ahwa'I wal Bida' karya Syaikh Ibrahim Arruhaili.
-    Aliman bil Qadha wal Qadr karya Syaikh Muhammad Alhamd.
-    Almukhtashar fi Aqidati Ahlis Sunnah fil Qadr karya Syaikh Ibrahim Arruhaili.
Untuk bahasan adyan, buku yang keempat, Dirasat fil Adyanil Yahudiyah wan Nasraniyah bisa dijadikan sandaran, bahkan lebih dari cukup. Namun sayangnya, buku ini hanya menjabarkan dua agama saja, yaitu Yahudiyah dan Nashraniyah.

Sehingga untuk mempelajari agama-agama yang lain, Anda memerlukan buku yang lain. Dalam hal ini, saya memilih kitab  Almausu'atul Muyassarh fil Adyan wal Madzahib wal Ahzabil Mu'ashirah. Buku ini membahas dengan ringkas sebagian agama yang belum dibahas di buku Dirasat fil Adyanil Yahudiyah wan Nasraniyah, seperti agama Hindu, Budha, Konghucu, Sikh, dan sebagainya.

Untuk bahasan firaq, rujukannya adalah buku yang kelima, Firaq Mu'ashirah. Saya sudah mencukupkan diri dengannya. Karena buku ini sudah mencakup sebagian besar firqah (kelompok) dengan paparan yang cukup gamblang. Bagaimana tidak? Buku ini terdiri dari tiga jilid, memang belum cukup untuk memaparkan semua firqah, tapi setidaknya cukup untuk memberikan kita gambaran seputar firqah-firqah yang ada.

Adapun buku yang keenam, Almufid fi Muhimmatit Tauhid, adalah buku yang membahas seputar dasar-dasar bahasan akidah seperti pengertian syirik dan macam-macamnya, dan sebagainya.

Buku ini sangat ringkas namun sarat dengan muatan ilmiyah. Saya sangat menyukai buku ini karena gaya bahasa penulisnya, Syaikh Abdulqadir Shufi, sangat jelas dan  mudah dipahami. Tidak sulit untuk menghafal materi buku ini karena tampilan dan tata letak tulisan di setiap lembarnya sangat mendukung untuk dihafal.

insyaAllah saya akan menjelaskan cara praktis menguasai materi-materi keenam buku tadi di tulisan selanjutnya. Terus ikuti kelanjutannya.

bersambung...

 

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram