Begini Urutan Kedudukan Para Sahabat Nabi


  • Urutan para khalifah rasyidin sebagai berikut: Abu Bakr, Umar, Utsman, dan Ali bin Abu Thalib رضي الله عنهم. Para ulama menyebutkan bahwa urutan keistimewaan dan kedudukan mereka persis sama dengan urutan waktu kekhilafahan mereka.
  • Ahlu Badr diperkirakan berjumlah 317 orang. Dengan rincian sebagai berikut: 86 orang dari kalangan muhajirin dan 231 orang dari kalangan Anshar (61 dari suku Aus dan 170 dari suku Khazraj)
  • Ahlu Uhud diperkirakan berjumlah 700an orang. Padahal sebelumnya berjumlah 1000an orang namun 300an kembali pulang dan tidak ikut berperang sebelum sampai ke medan perang lantaran diprovokasi oleh tokoh munafik waktu itu, Abdullah  bin Ubay.
  • Ahlu Baiat Ridwan diperkirakan berjumlah 1400-1500 orang. Mereka dinamakan pula Ahlu Baiat Syajarah. Hal ini bermula saat Rasulullah  bersama para sahabat beliau hendak menuju kota Makkah untuk melaksanakan umrah. Ketika tiba di daerah Hudaibiyah sebelum kota Makkah, keinginan beliau tersebut terpaksa ditunda karena penduduk Makkah dari kuffar Quraisy melarang beliau dan rombongan untuk masuk.


Sahabat yang mulia, Utsman bin Affan, yang Rasulullah  telah utus menghadap para pemuka Quraisy perihal tujuan kedatangan Beliau beserta rombongan, ia tak kunjung kembali menghadap.


Setelah sekian lama, sebuah kabar tidak baik tersiar bahwa Utsman telah dibunuh padahal kenyataannya tidak demikian, beliau baik-baik saja. Bahkan, penduduk kota Makkah menawari Utsman untuk thawaf dulu sebelum kembali kepada Nabi Muhammad  mengabarkan keengganan mereka untuk mempersilakan rombongan Nabi. Mereka begitu menghormati sahabat Nabi satu ini, baik sebelum maupun sesudah keislamannya.


Tawaran tersebut tentu saja ditolak oleh Utsman karena beliau tidak sudi thawaf kecuali bersama Rasulullah , orang yang paling dicintainya.


Rasulullah yang tidak mendapat kejelasan kabar tentang Utsman akhirnya memutuskan untuk meminta baiat seluruh rombongan bahwa jika Utsman memang betul dibunuh, mereka siap sepenuh hati untuk membalas kematiannya dan memasuki kota Makkah secara paksa; padahal saat itu kaum muslimin tidak membawa persenjataan lengkap lantaran tujuan awal mereka hanya melaksanakan umrah saja.


Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Dzul Qa’dah tahun keenam dari hijrah Nabi. Lokasi baiat kesiapan para sahabat kala itu di bawah pohon (syajarah). Rasulullah  membentangkan kedua tangan beliau padahal kebiasaan waktu itu bentuk baiat dilakukan dengan membentangkan satu tangan saja. Hal itu beliau lakukan karena satu tangan lagi untuk mewakili Utsman seakan sahabat yang mulia ini juga turus serta berbaiat saat itu.


Allah Ta’ala menurunkan ayat berikut:


﴿لقد رضي الله عن المؤمنين إذ يبايعونك﴾


“Sungguh Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin yang membaiatmu.” [QS. Al Fath:18]


Ketika Allah memuji langsung dan menyatakan keridhaanNya terhadap orang-orang tersebut, tentu pujian itu adalah pujian paling besar dan istimewa yang didambakan setiap hamba karena  itu berasal dari Rabb alam semesta. Pujian yang mengantarkan mereka kepada kepastian kebahagian di dunia dan di akhirat kelak.


Tidak heran jika Rasulullah  sampai mengeluarkan penyataannya tentang para sahabat yang membersamai perjalanan umrah beliau tersebut dan menyatakan kesiapan jiwa raga mereka untuk menuntut kematian Utsman walau dengan peralatan sekedarnya dalam sebuah hadis beliau:


لا يدخل أحد ممن بايع تحت الشجرة النار


“Siapa saja yang turut berbaiat di bawah pohon tidak akan masuk neraka.” [HR. Abu Daud no. 4653 dan Tirmizi no. 3860]


Dan jumlah para sahabat yang ikut serta waktu itu sekitar 1400an lebih yang dikemudian hari dikenal dengan Ahlu Baiat Ridwan. Kata ridwan sendiri merujuk kepada ridha Allah Ta’ala terhadap mereka yang ditetapkan pada sebuah ayat yang turun pasca peristiwa tersebut.


Semoga Allah meridhai segala bentuk ubudiyah kita dan memasukkan kita ke dalam SurgaNya kelak sehingga bisa berkumpul dengan Rasulullah  dan para sahabat beliau رضي الله عنهم. Amin.


Sumber:

-Fushul Fi Sirah karya Ibnu Katsir

-Tafsir Ibnu Katsir

-Tafsir Sa’di


Disusun:

Syadam Husein Alkatiri di Kota Nabi ﷺ 




#alukatsir

0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram