Cara Menghindari Syirik

Sebagaimana disebutkan bahwa dengan mengetahui lawan dari suatu hal, maka hal tersebut akan semakin lebih jelas dan gamblang di mata kita.

Kita akan menemukan betapa besar nikmat sehat yang Allah anugerahkan manakala kita pernah merasakan sakit. Kita akan merasakan betapa berharganya kebersamaan tatkala kita sempat mendapati pahitnya perpisahan.


Begitulah kiranya gambaran antara tauhid dan lawannya, yaitu syirik. Kita akan lebih memahami dan merasakan keagungan dan keutaman mentauhidkan Allah manakala kita juga mengerti betapa mengerikan dan membahayakannya syirik bagi keselamatan diri kita di akhirat kelak.


Syirik tidak sesederhana yang dibayangkan oleh sebagian orang sehingga menganggapnya tidak perlu sering diangkat dan diingatkan kepada umat. Rasulullah  sangat sering mewanti-wanti para sahabat akan perkara ini. Salah satu dari sekian banyak hadis beliau berbunyi:


إن أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر


“Sesungguhnya sesuatu yang Aku paling khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.” [HR. Ahmad no.23631]


Dan masih banyak lagi peringatan akan bahaya syirik baik dari Quran maupun Hadis Nabi 


Tentunya, syirik kecil tingkat bahayanya jauh dibawah syirik besar yang bisa menghanguskan amalan seorang hamba selama ini.. Dan bisa saja seseorang tidak menyadari bahwa dirinya mulai terseret ke dalam perbuatan syirik ini walau kecil.


Karena hal itu, perihal tauhid dan syirik mesti terus diingatkan dan dipelajari. Disamping meluangkan waktu untuk mengilmui tauhid dan lawannya, kita juga tidak boleh melupakan doa meminta pertolongan Allah untuk menjauhi syirik. Salah satunya dengan doa seperti berikut ini:


اللهمَّ إني أعوذُ بك أنْ أُشرِكَ بك و أنا أعلمُ، و أستغفرُك لما لا أعلمُ


“Ya Allah, aku betul-betul berlindung kepadaMu dari perbuatan syirik yang kulakukan dalam keadaan sadar. Dan aku juga meminta ampun atas (perbuatan syirik) yang tidak ku sadari.”


Bahkan sekaliber Nabi Besar seperti Ibrahim alais salam juga tidak melupakan doa berlindung agar Allah menjauhkan beliau dan keluarganya dari hal ini.


Pembaca Alukatsir.com yang Allah muliakan, pembagian syirik pada hakikatnya sama, bukanlah pembagian yang saling bertentangan antara satu dengan lainnya. Ada yang membagi syirik jadi dua macam. Adapula yang menjadikannya tiga macam; hanya perbedaan bentuk pemaparan saja.


Menurut pembagian syirik jadi syirik besar dan kecil, pembagian ini ditinjau dari tingkat keburukannya. Syirik besar adalah yang bisa mengeluarkan pelakunya dari agama. Adapun syirik kecil adalah apa yang dinamakan syirik dalam syariat tetapi tidak sampai tahap menduakan Allah secara penuh atau bisa juga disebut segala wasilah (perantara) yang mengantarkan pelakunya kepada syirik besar.


Syirik besar ini juga terbagi dua: ada syirik besar yang zahir, adapula syirik besar yang batin. Contoh yang tampak adalah mempersembahkan ibadah kepada patung/berhala dan beribadah untuk kubur. Contoh yang tidak tampak seperti bersandar penuh dan tawakkal hati kepada manusia.


Syirik kecil terbagi dua pula: tampak dan tidak. Contoh yang tampak seperti memakai gelang dengan suatu keyakinan, menggantungkan jimat, bersumpah dengan nama selain nama Allah, dan sebagainya. Dan contoh syirik kecil yang tidak tampak adalah riya yang kadarnya masih sedikit.


Menurut pembagian syirik jadi syirik zahir dan syirik batin, masing-masing jenisnya juga terbagi dua: syirik zahir yang besar dan yang kecil. Demikian pula syirik batin; bisa dilihat bahwa pembagiannya sama dengan pembagian pertama.


Adapun ulama yang menyebutkan syirik dalam tiga bentuk maka hal itu juga betul karena pembagiannya ditinjau dari keseluruhannya: syirik besar, syirik kecil, dan syirik khafy (terselubung). Definisi untuk syirik besar dan kecil lebih kurang sama dengan yang sudah dijelaskan. Sedangkan syirik khafy disini dimisalkan dengan riya yang kadarnya sedikit.


Demikian. Semoga Allah memudahkan kita untuk tetap semangat mempelajari, mengulang, dan menjaga kemurnian tauhid di diri kita dan orang-orang terdekat kita. Dan semoga Allah juga menjauhkan kita semua dari segala bentuk kesyirikan kepadaNya hingga akhir hayat kita. Amin.


Disusun:

Syadam Husein Alkatiri di Kota Nabi ﷺ 




#alukatsir


0 komentar:

Posting Komentar

My Instagram